Keyakinan Kayana perlahan luntur, berganti dengan ketakutan juga keraguan yang semakin membesar. Satu hari, dua hari, sampai lima hari kemudian, kebersamaannya yang intens dengan Jaden bukan membuatnya semakin yakin untuk menerima tawaran itu. Ia justru semakin ragu, dan semakin takut kehilangan Jaden. Kasih sayang Jaden yang begitu tulus, cinta yang begitu besar. Pelukan hangat, ciuman penuh cinta dan tatapan yang benar-benar tulus. Semua Jaden berikan, membuat Kayana semakin ragu menerima dan semakin enggan untuk melepas. Walau sementara. Kayana enggan kehilangan, ia tidak mau berpisah. Membuat keyakinan dalam hatinya semakin kuat, tekadnya semakin mantap bahwa ia akan menolak apapun yang menjadi tawaran menggiurkan untuknya. Akan tetapi.... “Kak Gio kritis.” Sat

