Kosong, hampa, tapi terasa begitu menyakitkan dan sesak dalam d**a. Itulah yang Jaden rasakan saat setelah mendengar rentetan penjelasan sang ibu. Dalam dadanya ada yang mencelos kosong, serasa dilubangi dengan begitu dalamnya, tapi secara bersamaan ada yang sesak, ada yang membelenggu, sesuatu yang bahkan membuat dadanya bergemuruh, hingga napasnya tersengal tidak terkendali. Perih, sakit. Ia sangat terluka. Ia kecewa. Rasanya ingin sekali ia tidak mempercayai semua yang baru saja ia dengar itu. Rasanya ia ingin menulikan telinganya sesaat. Tapi percuma semua hal sudah ia dengar, telinganya menangkap semua penjelasan dengan tegas dan perasaannya pun sulit menyangkal kenyataan. Hatinya masih ingin percaya, masih ingin bertahan tanpa marah dan tanpa sakit hati. Tapi tidak

