Part 32 : Bersinggungan

1994 Kata

Berhari-hari telah pergi, terlewati begitu saja tanpa ada arti. Masih terasa kosong, masih terasa hampa. Hati yang terluka, tersayat kekecewaan semakin terluka, semakin robek karena perasaan rindu yang semakin membelenggu.   Jaden merasa hatinya begitu sakit. Merindu pada seseorang yang tidak mencintainya, yang bahkan mungkin tidak mengingatnya lagi. Luka dalam dadanya pun semakin menganga, semakin terasa sesak ketika menyadari rasa cinta yang ia simpan lebih besar daripada rasa benci. Ingin rasanya melupakan luka, ingin rasanya melepaskan semua sakit hati, lalu menggapai cinta lagi, meraihnya lagi. Namun... sesuatu menahannya, sudut hatinya menahan diri, tidak membiarkannya terluka lebih dalam lagi.   Saat hatinya ingin menyerah atas luka, saat gejolak rindu menginginkan dirinya kem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN