Waktu terus bergulir, musim pun terus berganti. Dari musim dingin ke musim semi sampai ke musim dingin lalu kembali ke musim semi lagi, tanpa terasa gelar magister-pun sudah di sandangnya Kayana. Kelulusan sudah terlewati, dan hari ini gelaran wisuda akan dilaksanakan. Dua tahun... Kayana tidak menduga ia bisa menyelesaikan pendidikannya tepat waktu. Semua ini berkat bahasa yang selama ini telah ia kuasai dengan baik sehingga ia tidak perlu melakukan studi tambahan untuk penyesuaian bahasa Korea. Banyak hal telah ia lewati, aktivitas kuliah maupun di luar kuliah, setiap hari begitu padat, hampir tidak pernah ada kelonggaran. Akan tetapi semua itu tetap tidak bisa menutupi rasa gelisah, risau, takut, juga perasaan rindu dalam hati Kayana. Setiap menjelang malam, ketika ia sendiri dalam

