Gendis meremat kedua tangannya yang sudah berkeringat dingin dengan erat. Matanya bergulir panik, kepalanya tertunduk dengan gigi yang tak henti menggigiti bibirnya. Gugup. Namun bukan gugup karena ia sedang berada di tengah-tengah orang penting, melainkan karena semua yang akan ia ucapkan pada Jaden. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk Kayana, tapi di sisi lain ia takut tindakannya semakin memperburuk keadaan. “Saya suka rancangannya. Sangat menarik dan fresh.” “Saya kira anda akan bekerja sama dengan Miss Almira Mr. Jaden. Ternyata malah orang lain.” Kekehan kecil terdengar dari Jaden. “Pekerjaan adalah pekerjaan, tidak ada kaitannya dengan urusan pribadi. Saya pun bukan orang yang senang mencampurkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi. Selain itu desain dari Nona G

