“Kenapa datang-datang wajah Mama muram begitu?” Tanya Jaden seraya menutup dokumen yang baru saja ia tanda tangani. Pura-pura tidak tahu dengan pertemuan yang dilakukan sang ibu dengan Kayana. “Tidak ada, mana mungkin wajah Mama muram? Wajah Mama selalu cerah, ceria dan awet muda.” sarkas Tyas kemudian duduk di sofa ruang kerja Jaden, lalu menuangkan air yang ada di meja itu, kemudian meneguknya hingga tandas. Jaden menarik ujung bibirnya ketika menyaksikan hal itu. Sudah sangat jelas bahwa sang ibu memang sangat kesal dengan ucapan Kayana dua jam lalu. Entah mengapa mendengar bagaimana Kayana membela diri membuat perasaannya jauh lebih baik, sekalipun ibunya sekarang malah tampak kesal. Namun entah mengapa hal itu justru terasa menghiburnya. “Kenapa kamu tersenyum seperti

