“Ibu silahkan untuk menyelesaikan proses administrasi terlebih dahulu.” Kayana mengangguk kecil kemudian berjalan ke bagian administrasi, meninggalkan Gendis dan Bunda Ani di ruang tunggu. Begitu sampai Kayana mengisi seluruh data pribadi Gio terlebih dahulu sebelum melihat rincian biaya yang harus ia bayar di muka sebagai jaminan untuk perawatan intensif yang akan Gio terima. Kayana meneguk ludah kasar, seharusnya ia tidak terkejut lagi dengan banyaknya digit angka pada rekap keuangan tersebut. Sebab selain ini adalah rumah sakit terbaik, penyakit jantung bawaan Gio pun memang seharusnya mendapatkan penanganan sejak lama. Namun Kayana hanya baru bisa membawa Gio perawatan biasa dengan, tanpa melakukan prosedur operasi atau prosedur lainnya sebagai langkah terbaik untuk penyembu

