Suara biola yang indah masih terdengar jelas di telinga Varizen. Jujur sekali, dia menikmati momen itu. Dimana kebahagian terlihat jelas. Sang ibu yang malu-malu dan juga ayah yang sedang berjuang keras. Jonathan tersenyum bahagia melihat gadisnya menikmati momen indah itu. Pria tersebut memilih bangkit dari kursi, perlahan meninggalkan ruangan. Tak sepatutnya dia ikut campur perihal keluarga mereka. Varizen yang tahu Jonathan pergi hanya diam saja. Toh pria itu sepertinya mengerti keadaan. “Ehem.. sampai kapan dia akan berjongkok, Bu?” Felisia yang masih terkesima langsung ber-dehem, mengambil bungan mawar itu lantas salah tingkah tak tahu harus berbuat apa. “Em... aku.” Hais... lidahnya saja keluar, bahkan tenggorokannya juga mendadak kering. Karena merasa mereka butuh privasi, V

