Pagi-pagi sekali, Varizen dan Jordan sudah berada di ruang latihan dengan kondisi setengah mengantuk. Sesuai dengan rencana Chen Li, gadis itu akan diberi latihan agar bisa melindungi diri. Ketika pintu ruangan terbuka, sosok pria tampan dengan balutan jas rapi berwarna hitam masuk. Varizen menatapnya dari atas sampai bawah dengan pandangan bingung. Gadis itu mengira kalau seorang guru yang akan mengajarinya sangat besar dan berjenggot. Nah ini tak sesuai dengan ekspetasinya. “Apakah kau yakin, dia adalah guruku?” tanya Varizen sambil berbisik tepat ditelinga Jordan. “Tuan memilihnya dengan hati-hati. Dia salah satu orang kepercayaan tuan.” Varizen mengambil nafas panjang, terus menatap pria itu. sedangkan sang empu yang ditatap pura-pura tenang. ‘Nona kita sangat cantik. Pantas sa

