Vania mulai melangkah hendak meninggalkan mereka. Namun, langkahnya terhenti ketika tangan Aditya mengenggam lengan Vania untuk menahannya pergi. Seketika Vania menoleh kearah Aditya yang tengah menatapnya sendu. Aditya merasa sangat bersalah kepada Vania. Ingin rasanya ia membawa Vania pergi dari hiruk pikuk yang harus membuatnya menahan segala kegundahan hatinya. Ia ingin berbicara empat mata dengan Vania saja. Akan tetapi saat ini ia masih dalam ikatan kerja dengan Meisha. "Mau kemana?" tanya Aditya berharap Vania mengurungkan niatnya untuk pergi begitu saja. "Aku mau ambil minuman," jawab Vania sambil melepas tangan Aditya yang sedari tadi menahan dirinya. Meisha menoleh begitu menyadari Aditya tengah berbicara dengan Vania. Meisha mendengus kesal dengan tatapan yang tajam. Ia be

