Nosa mangusap wajah menggunakan kedua tangannya. Wajahnya yang kusam bertambah tidak kusut setelah peristiwa yang menimpa Gladys terjadi. Wibisono yang berada di hadapannya pun tampak tak bisa berbuat apa-apa. “Lalu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?” tanyanya, prihatin dengan keadaan Nosa saat ini. “Aku tidak tahu. Benar-benar tidak tahu lagi. Sepertinya semua jalan yang ingin kutempuh saat ini telah tertutup. Sehingga, tak lagi kutemui jalan keluarnya satu pun.” Nosa tersenyum pahit mendapatkan kenyataan yang menimpanya saat ini. “Apakah sulit bagimu untuk memilih dan menentukan sikap saat ini?” “Kurasa begitu. Bukan hanya sulit, bahkan aku tidak bisa memutuskan apa pun lagi. Tak tahu harus berbuat apa. Kalau saja aku bisa memilih, aku ingin segera menghilang, pergi jauh hin

