Nosa duduk di bangku tunggu berukuran panjang yang sengaja ditempatkan di depan ruang UGD Rumah Sakit yang didatanginya. Suasana cukup ramai dengan orang yang berlalu lalang di sekitar ruangan. Tak terkira kebimbangan yang dirasakan Nosa saat ini. Entah apa yang harus dilakukannya untuk mengatasi permasalahan yang bertubi-tubi hadir menyerangnya. Sudah hampir satu jam lebih sedikit ia menunggu kabar dari dalam ruang tindakan. Sayangnya, belum ada kabar baik yang dapat ia dapatkan. "Kerabat dari Ibu Gladis?" Seorang perawat keluar dari ruang UGD sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru koridor di UGD. Nosa sedikit tersentak mendengar suara perawat barusan, ketika ia menyadari bahwa yang dimaksud adalah dirinya. "Saya, Suster." Nosa berdiri mendekati perawat tersebut dengan

