“Mbok ga perlu khawatir. Cepat atau lambat hal ini pasti harus kuhadapi juga. Jadi, biarkan dia ke sini. Aku akan menemuinya.” Si mbok menatap Kaylila dengan tatapan terkejut, tidak menyangkan itu akan menjadi pilihannya saat ini. “Apa Mbak Kay ga papa dengan kedatangan mbak Gladys? Bukankah ….” Si mbok menggantung ucapannya, tetapi Kaylila mengerti, ke arah mana pembicaraan si mbok akan bermuara. “Insyaallah ga papa, Mbok. Jangan khawatir.” Kaylila mencoba meyakinkan si mbok yang tampak khawatir terhadapnya. “Si Mbok akan terus menghubungi mas Nosa. Untuk berjaga-jaga, kalau ada apa-apa.” Kaylila mengangguk pelan dengan senyum dipaksakan menghiasi bibirnya. Si mbok yang khawatir, masih tampak ragu untuk memanggil Gladys menemui Kaylila. “Si Mbok ke bawah dulu, manggil mbak Gladys.

