Pintu diketuk kemudian muncullah si mbok membawakan minuman dan penganan di atas sebuah baki menuju ke meja yang berada di antara Kaylila dan Gladys duduk. “Maaf mengganggu, Mbak Kay. Si mbok mau mengantarkan minuman dan penganan ini.” Si mbok berjalan perlahan meletakkan penganan dan minuman yang dibawakannya. “Terima kasih, Mbok,” ucap Kaylila pada si mbok. “Lama tidak berjumpa, Mbok. Sudah hampir tiga hari yang lalu setelah pertemuan kita yang terakhir.” Gladys menyindir si mbok. “Terima kasih, dan maaf merepotkan.” Sindiran dan ucapan Gladys diabaikan begitu saja oleh si mbok. Karena percuma saja Gladys mengatakan hal itu, tidak akan digubrisnya. “Si mbok tinggal, ya, Mbak Kay. Kalau butuh sesuatu, si mbok di bawah.” Si mbok dengan wajah penuh kekhawatiran beringsut mundur meni

