Dia Atau Aku

1011 Kata

Hingga jam menunjukkan pukul dua belas malam, tidak ada tanda-tanda kepulangan Nosa ke rumah. Kaylila yang ingin mengabaikannya begitu saja tidak mampu menahan gejolak rasa dihatinya. Ia bahkan tidak dapat memejamkan mata barang sejenak. Setiap suara yang muncul dan tertangkap oleh inderanya, selalu mengalihkan perhatiannya. Sayangnya, Nosa tak kunjung kembali. Pembaringan yang ditempatinya terasa begitu dingin, sedingin hatinya. Tiada lagi kehangatan yang dapat menenteramkan jiwanya saat ini. Tanpa terasa air mata kembali runtuh membasahi pipinya yang mulai terlihat lebih tirus, dengan tulang pipi yang menonjol. “Sepertinya, aku sudah tidak memiliki tempat lagi di hatinya. Aku tidak layak diperjuangkan, apa lagi dipertahankan. Haruskah aku memilih jalan yang lain? Jalan yang harus ku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN