“Iya, sih, Mbok. Tapi ….” “Bu Saspngko doakan saja yang terbaik untuk Mas Nosa. Semoga Mas Nosa bisa menemukan jalan keluar yang terbaik untuk rumah tangga dan dirinya sendiri. Kalau Ibu terus memikirkan ini, bisa-bisa Ibu sendiri nanti kerepotan dan kesusahan. Mas Nosa sudah dewasa. Ia bisa mempertimbangkan mana yang baik dan yang buruk untuk dirinya sendiri.” Bu Sasongko menghela napasnya lagi, tetapi kali ini sudah lebih tenang, tidak seperti sebelumnya. “Mungkin benar yang Si Mbok katakan. Kayaknya aku lupa, bahwa Nosa sudah bukan anak kecil lagi.” Suara mobil terdengar memasuki halaman rumah. Tampaknya Nosa baru saja pulang. Bu Sasongko dengan cepat bangkit dari tempat duduknya ingin menghampiri Nosa. Nosa baru saja memasuki ruang tamu ketika berpapasan dengan sang mama yang sud

