“Tapi, Ma,” “Apa lagi? Bukankah sudah jelas, kamu ingin segera menyelesaikan masalah yang kamu timbulkan? Mengapa harus banyak pertimbangan? Sudah cukup kamu bersikap lembek begini. Mama tidak mau anak mama terlalu jauh terlibat dengan masa lalunya.” Bu Sasongko terkenal dengan sikapnya yang anggun dan tutur bahasa yang halus dan lembut. Tetapi, kali ini Nosa tidak menemukan itu dalam diri sang mama. Wanita itu menjadi begitu tegas tak lagi menunjukkan sikap yang halus dan lembut. Sepertinya wanita itu sudah lelah dengan apa yang dilakukan oleh putranya. “Ma, Gladys tidak mungkin kutinggalkan begitu saja dalam waktu dekat ini. Paling tidak,-“ “Pilihan ada sama kamu, Nosa. Mama tidak mau ambil pusing dengan apa yang terjadi pada Gladys. Semakin jauh kamu terlibat dalam urusannya, maka

