Keesokan harinya, Nosa terbangun saat mendengar suara adzan yang berkumandang di masjid yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah Kaylila. Nosa segera bangun untuk menunaikan sholat shubuh. Dengan mengenakan sarung dan kopiah, Nosa membuka pintu depan kemudian keluar menuju masjid. Sementara Kaylila yang telah terbangun sebelum waktu subuh tiba, sedang asyik berkutat di dapur. Dia ingin memasak untuk mempersiapkan sarapan pagi karena sore ini dia akan kembali lagi ke Malang. Selesai memasak, Kaylila akan segera mandi untuk sholat subuh. Saat akan memasuki kamarnya, dilihatnya sesosok pria jangkung mengenakan kopiah baru saja masuk kedalam rumah. Kaylila hanya terpaku melihat pemandangan indah itu. “Lho, kamu sudah bangun? Saya dari masjid di bawah. Ternyata jamaahnya lumayan banyak ya k

