Setelah Kaylila meninggalkannya di kamar, Nosa segera membaringkan tubuhnya di pembaringan. Dia baru bisa bernafas lega, setelah ketegangan yang dirasakan untuk pertama kalinya bertemu dengan calon mertua. Rasa tegang yang memiliki sensasi berbeda pada saat harus memenangkan sebuah tender. Nosa mengingat kembali saat makan siang tadi, dimana kedua orangtua Kaylila memperlakukannya seolah dia adalah bagian dari keluarga. Keluarga yang harmonis. Meskipun bukan keluarga besar seperti keluarganya, namun kedekatan diantara mereka sangat kentara sekali. Padahal, Kaylila dan kedua orangtuanya berjauhan. Paling singkat, mereka membutuhkan waktu selama satu tahun untuk dapat berkumpul kembali. Nosa tersenyum mengingat moment yang singkat itu. Ada rasa tidak percaya bahwa dia dengan beraninya mel

