Kaylila meremas kepalanya, menjambak rambutnya dan berteriak-teriak tanpa henti, membuat Nosa semakin kebingungan menghadapi apa yang dialami oleh istrinya itu. “Sayang, kumohon jangan lakukan itu. Kumohon,” Nosa berusaha memegangi Kaylila yang sedang mengamuk, dan menyakiti dirinya sendiri. “Kamu memang b******k! Kamu benar-benar b******k! Kamu memperdayai aku. Kalau saja aku tahu hidupku akan berakhir begini, aku tidak akan sudi menikah denganmu!” Kaylila semakin lama semakin histeris, Nosa kebingungan menghadapinya. Kaylila sempat mengambil pecahan cangkir yang berujung tajam. Kalau saja Nosa tidak menyadarinya, entah apa yang akan terjadi pada istrinya itu. Pecahan kaca itu sempat melukai telapak tangan Kaylila dan lengan Nosa ketika berusaha merebutnya dari tangan Kaylila. Slain

