"Alva! Apa yang kau lakukan?" Tanya Rabella, menggeliat ketika jari telunjuk Alva memasuki kewanitaannya. Alva hanya menyeringai. Jari telunjuknya berputar di dalam sana, membuat Rabella lagi-lagi menggeliat dan menahan mulutnya untuk tidak mengeluarkan suara menjijikkan itu lagi. Namun sial, semakin ditahan, Rabella semakin merasa kesulitan untuk tidak merasakan jari Alva di dalam sana. Rabella mengepalkan tangannya kuat-kuat. Namun genggam tangannya malah terasa lemas dan genggamannya melemah. "A-ah! Alva!" Desah Rabella tak tertahankan saat Alva mulai mengeluar masukkan jarinya. Perlahan, jari Alva keluar, lalu masuk dengan pelan, berputar, kemudian keluar lagi. Begitu seterusnya hingga Rabella merasa tatapannya memburam dan napasnya memberat. "Hentikan.... Hh..." Desahnya. "Hentika

