Ayu tersenyum tipis menatap pantulan dirinya yang kini tengah mengenakan gaun mewah seharga ratusan juta rupiah. Ayu merasa puas bukan karena harga gaun yang tengah dikenakannya itu, tetapi karena gaun itu adalah pemberian dari seseorang. Ya, dia mendapatkan gaun itu dari Alvin beberapa bulan yang lalu. Gaun itu menjadi miliknya tanpa sengaja. Saat itu Ayu masih bekerja di butik Edelweis. Dan Alvin memberikan gaun itu saat Pak Damar dan Mama Ajeng datang ke butik Edelweis tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Mengingat kejadian itu terkadang membuat Ayu tersenyum sendiri, tetapi kadang juga membuatnya sedih. Karena semenjak hari itu, Ayu sudah tidak bisa lagi bekerja di sana, mengingat bahwa semua pegawai butik sudah tahu tentang statusnya yang merupakan istri dari seorang Alvin. “Ay

