Tiga Bulan berlalu begitu saja...
Dan besok lusa Reza akan segera berangkat ke Malaysia, dimana ayahnya di pindah tugaskan. Mau tidak mau Reza harus memutuskan Rischa. Meskipun berat, tapi Reza tidak akan pernah kembali lagi ke Negara kelahirannya ini.
***
Di jam istirahat hari ini, Rischa heran dengan Reza yang lebih banyak diam. Karena saat itu Reza sedang bingung, bagaimana caranya untuk memutuskan hubungannya dengan Rischa dengan cara yang baik?. Berat. Sangat berat.
Hingga akhirnya, dengan berat hati, Reza bangkit dari tempat duduknya dan mengajak Rischa pergi ke Taman. Sedangkan Rischa hanya menurutinya. Meski Rischa merasa ada yang aneh pada sikap Reza yang sedikit dingin. Ngomongin dingin, Rischa jadi inget Ikhsan kan.
"Cha, maaf," ucap Reza.
"Maaf untuk apa za?" tanya Rischa heran.
"Maaf. Aku mau hubungan kita sampai disini saja."
Rischa membeku. Jantungnya berdegup begitu kencang. Kenapa Reza mutusin Rischa disaat Rischa sedang sayang sayangnya?
"Ta tapi aku salah apa?" tanya Rischa sambil menunduk.
"Ayahku dipindahtugaskan ke luar negri. Dan aku ga akan kembali lagi ke Indonesia."
"Jadi? Kita putus?"
"Iya. Maafin aku cha."
Butiran airpun berhasil meluncur dengan cepat di pipi Rischa. Hatinya seperti diiris pisau yang tajam. Rasanya? Sakit sekali.
Reza pergi. Berlalu dari Rischa yang masih menangis di Taman. Semakin lama, semakin menjadi-jadi tangisannya.
"Jangan nagis! Aku benci wanita yang suka nangis," ucap seseorang. Suaranya terdengar familiar, tapi Rischa tidak bisa menebaknya.
Tangisnya terhenti. Lelaki di belakang Rischa itu berkata dengan suara datar. Rischa tidak menoleh ke arah belakang dimana lelaki itu berada. Justru dia semakin terisak, seakan tak peduli dengan keberadaan lelaki yang berada di belakangnya itu.
"Apa kamu tidak mendengar?" tanya lelaki itu.
"Kamu ga akan ngerti," gumam Rischa.
"Aku tau kamu lagi sakit hati. Tapi, bukankah Allah telah menyelamatkan kamu?" Rischa benar-benar tidak mengerti dengan pertanyaan lelaki itu.
"Maksudnya?" tanya Rischa sambil menyeka air matanya.
"Allah telah menyelamatkan kamu dari Cinta semu yang haram."
Butiran bening itu terhenti. Rischa penasaran dengan suara lelaki itu. Hingga saat Rischa menoleh, tidak ada siapapun di belakangnya. Rischa yakin bahwa lelaki itu sudah pergi.
Lelaki misterius itu, datang dengan tiba-tiba. Tanpa diundang namun kehadirannya membawa pengaruh besar bagi Rischa. Bagaimana tidak? Lelaki itu berhasil menyadarkan hati Rischa yang tengah terpaut pada Cinta semu.
Rischa sekarang semakin paham, bahwa semanis-manisnya pacaran, seindah-indahnya pacaran, tetep aja DOSA. Dan Allah GAK suka! Astgfirullah, Rischa beristigfar, memohon ampunan pada Allah.
Bukankah dia wakil ketua Rohis? Namun mengapa ia pacaran? Bukannya itu sama saja seperti mengajarkan anggotanya untuk pacaran?
Jadilah pemimpin dan wakil yang bisa menjadi contoh dan teladan yang baik bagi anggotanya.
***
Reza telah pergi. Reza sudah tak ada lagi di hati Rischa. Selama ini Rischa selalu mencari-cari, orang yang dulu berhasil menyadarkannya dengan kalimat singkat yang mampu merubahnya. Kini di hati Rischa hanya ada Allah yang senantiasa menemaninya ketika sedih. Dia berusaha melupakan dan menghindari hal apapun terkait zina.
Hari ini, sudah beredar secara luas bahwa hari akan ada anak baru yang super cantik. Dan dia akan masuk ke kelas Rischa yaitu kelas 9-F. Banyak lelaki yang menyukai anak baru itu. Dia itu gadis cantik ditambah lesung pipi yang manis. Begitupun lelaki di kelas yang menyoraki gadis itu, pertanda bahwa seluruh murid sangat senang.
Gadis itu cantik jelita ,sama seperti namanya, Jelita Andhinia Shaquella. Gadis itu berkulit putih, wajahnya campuran Indonesia-Belanda.
"Hello my name is Jelita Andhinia Shaquella," ucapnya dengan logat ke Inggrisannya.
"Haii Jelita..." sapa murid-murid di kelas.
Jelita duduk di bangku barisan ke-2, dia duduk bersama gadis yang ramah bernama Zevira Shofiana.
***
Bel istirahat berbunyi....
Semua murid berhamburan ke luar kelas, mengingat cacing diperutnya yang sudah berdemo. Berbeda dengan Ikhsan yang sedang asyik membaca buku tentang hadist sahih muslim kesukaannya. Begitu juga dengan Rischa, Rischa sedang membaca buku novel. Sedangkan anak baru itu mendekati Rischa dan mengajaknya mengobrol.
"Hello, what is your name?" tanya Jelita.
"Nama saya Rischa Kiana Putri," ucap Rischa sambil tersenyum.
"Ouh, nama kamu cantik ya, secantik wajah manis kamu," puji Jelita.
"Kamu juga cantik jelita, persis seperti namamu."
Saat itu, Ikhsan bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke arah luar. Jelita mengikuti Ikhsan, dan meninggalkan Rischa sendiri di kelas. Sedangkan Rischa hanya melanjutkan membaca, seolah tidak peduli pada Ikhsan yang saat itu dikejar Jelita.
"Heii tunggu," teriak Jelita.
"Ya ada apa?" tanya Ikhsan.
"Nama kamu siapa?" tanya Jelita ramah.
"Aku Ikhsan."
"Ouuh.."
"Emm.. Anterin aku jalan-jalan keliling sekolah ini yu," ajak Jelita ceria.
"Mm.. Boleh," ucap Ikhsan sedikit ragu.
Jelita dan Ikhsan berjalan berdua. Mereka jalan berdampingan, namun tetap menjaga jarak. Saat sampai di Taman, Jelita mengajak Ikhsan untuk duduk, dan mengobrol.
Di sisi lain, Rischa yang merasa bosan berada di kelas, memutuskan untuk pergi ke Taman, dimana Reza mengungkapkan perasaannya. Namun, didapatinya Ikhsan yang sedang tertawa lebar bersama gadis cantik itu. Ya. Jelita.
Entah apa yang hatinya rasakan saat ini. Seperti ada titik kecemburuan yang dirasakannya. Tidak. Rischa menolak jika ia cemburu.
Kenapa bisa? Kenapa bisa Ikhsan tertawa lebar seolah sedang berbahagia? Sedangkan saat bersamaku, dia begitu dingin. Huft, sudahlah Rischa, kan kamu tau, Jelita itu cantik, sedangkan kamu. Kamu hanya wanita biasa... Batin Rischa yang terus merendahkan dirinya sendiri.
***
Hari ini adalah hari yang melelahkan sangat bagi Rischa. 3 pelajaran hari ini berhasil membuat otaknya cape. Dia merebahkan tubuhnya di kasur king size miliknya. Baru saja dia beristirahat, ponselnya berdering.
Ting....
__________________________________
From : 085+++
Kamu udah sadar kan kalo Allah telah menyelamatkan kamu?
___________________________________
Pesan singkat dari SMS yang sontak membuat Rischa membeku.
Lelaki itu? Lelaki misterius itu.. Ya ini pasti darinya... Tapi siapa dia??... Batin Rischa.
Rischa ingin membalasnya, namun keraguannya saat ini begitu besar. Ia gugup. Tapi ia sangat ingin mengetahui siapa lelaki misterius itu. Suaranya terdengar familiar, tapi Rischa tidak bisa berpikir jauh.
Ting....
Suara ponsel milik gadis manis itu kembali berbunyi. Saat Rischa notif ponselnya, ternyata SMS dari lelaki misterius itu lagi. Lantas Rischa dengan cepat membuka layar kunci ponselnya dan segera membaca pesan dari lelaki misterius itu.
__________________________________
From : 085+++
Aku yakin kau pasti tengah keheranan. Tenang saja, aku bukan orang jahat. Mungkin saat kamu sedih, Allah menakdirkan aku untuk menghiburmu, menghibur dengan menasehatimu agar mengembalikan Cinta yang kau miliki hanya pada Allah...
___________________________________
Kali ini pesan dari lelaki misterius itu lumayan panjang. Rischa sangat penasaran... Akhirnya Rischa memberanikan diri untuk membalasnya...
________________________________
To : 085+++
kamu sebenernya siapa? Aku ingin bertemu kamu lagi.. Aku mau mengucap terimakasih secara langsung padamu...
085+++ :Kamu pasti mengenali aku...
Rischa : kamu siapa??
085+++ : kamu ga perlu tau. Yang kamu harus lakukan hanya menetapkan aku menjadi lelaki misterius yang penuh dengan nasehat...
__________________________________
Lelaki misterius itu seperti telah membaca pikiran Rischa. Lelaki itu sendiri mengaku bahwa ia adalah lelaki misterius.
Saat itu, Rischa tidak membalas pesan darinya. Percuma dia balas juga ga akan di balas. Yakan??
Rischa hari ini banyak melamun, saat ini dia sedang meratapi pemandangan kota di balik jendela kamarnya. Sampai sesekali Rischa bertanya pada hatinya....
Ada apa dengan hatiku ya Rabb?? Saat melihat Ikhsan tertawa ria bersama gadis cantik itu, hati ini kenapa??
Dan jantung yang berdegup begitu kencang membuat mata terasa ingin menangis...
Tapi kenapa??
Karena apa??
Apa aku cemburu ??
Aku tak tau, yang pasti rasa itu hadir dalam hatiku...