Sekitar satu minggu lagi, Ikhsan akan kembali. Menemui semua keluarganya, begitu juga dengan wanita yang sedang menantinya. Dia harap, wanita itu masih Setia menantinya. Dia sangat ingin cepat-cepat pulang. ?Drrrtt... "Assalamualaikum Ummi, ada apa, Mi?" Tanya Ikhsan lewat telepon. "San, kamu sehat sehat aja kan, di sana?" Maryam, Umminya Ikhsan bertanya penuh perhatian "Alhamdulillah, sehat, Mi. Perasaan baru aja kemarin Ummi nanya kabar Ikhsan, hehe." Ikhsan terkekeh pelan tanpa sepengetahuan Umminya. Terdengar suara Umminya tertawa. "Hehe. Ummi mau ngabarin ke kamu tentang Kak Umar. Dia mau ngelamar. Doain Kakakmu ya, San. Kamu juga kan gak bisa pulang." Ikhsan sempat terkejut. "Apa, Mi? Ngelamar? Ka Umar mau ngelamar siapa, Mi?" "Rischa, San." Mendengar itu seketika Ikhsan

