"Ummiiii...," panggil Zahra sumringah. "Zahr?" ucap wanita yang membuka pintu tadi. Ikhsan menoleh ke arah pintu reflek. Dan didapatinya adalah Rischa. "Rischa?" "Loh, Ikhsan?" Rischa terkejut. Kini, hati keduanya ibarat tengah lari marathon. Bagi Rischa, suasana seperti ini adalah suasana yang sangat dingin. Dia mulai merasakan keringat dingin lagi. Dia gugup. Melihat seorang Ikhwan yang dinantinya selama bertahun tahun. "Ummiii... Peluk Zahra!" ucap Zahra memecah keheningan yang tercipta. "Tentu, Zahra. Maafin ummi ya, ummi baru datang," ucap Rischa sambil memeluk hangat Zahra. Di sisi lain, Ikhsan yang sedang menyaksikannya merasa ada yang sakit di bagian hati. Dia pasti tidak salah sangka, bahwa Zahra adalah anak Rischa. Ngilu ia rasakan. Jika Rischa adalah umminya, kenap

