"Kamu mau turutin kemauan Zahra?" Tanya Ikhsan. "Kemauan yang mana?" Tanya Rischa terlihat bingung. "Yaangg... Em, engh, tadi, yang, Jangan lupa ituloh." "Yang mana sih, San?" Rischa tak mengerti. "Yang tadi, Cha... Yang, 'Jangan lupa, ummi- sama abi----.'" Rischa masih kebingungan dengan perkataan Ikhsan. "Ah, ya sudahlah lupakan aja," Ucap Ikhsan kesal. "Kamu jangan marah dong. Tapi beneran loh, aku gak paham," Ucap Rischa. "Maka dari itu, lebih baik lupakan saja!" Ucap Ikhsan ketus. "Ya udah," jawab Rischa santai. Ikhsan benar-benar kesal, "ish gak peka!!" Ucapnya lirih namun masih terdengar oleh Rischa. "APA? " ucap Rischa cukup keras. Allahu akbar Allahu akbar.... Adzan dzuhur berkumandang. Sebenarnya Ikhsan sudah sangat gereget ingin mengatakan kemauan Zahra.

