Beruntung kondisi Rion saat ini sudah mulai membaik, bahkan mereka telah dizinkan untuk masuk ke dalam ruang rawat untuk melihat anak itu. Alvin tidak mempermasalahkan apapun saat ia masuk secara bersamaan dengan Andin, berusaha sebisa mungkin bersikap biasa saja dan terkesan acuh tak acuh akan keberadaan wanita itu. Ada sebuah selang infus yang tertancap pada lengan sebelah kiri milik anak itu. Secara sekilas ketika Alvin memperhatikan bentuk wajah anak itu memang cukup mirip dengannya, namun itu bukan berarti bahwa mereka memang ayah dan anak. Anak itu sendiri sudah sadar, tabung oksigen yang semula terpasang sebagai alat bantu pernapasan pada saat anak itu mengalami masa kritis tadi telah dilepas. "Rion, kamu gak apa-apa Sayang?" Andin langsung mendekati anaknya dan menyeka air mata

