Alvin saat ini sedang berada dalam kondisi mood yang baik, meskipun ada beberapa hal yang mengganggu pikirannya beberapa hari belakangan ini. Tapi ia ingin melepaskan semua penat yang dia rasakan, dia akan pergi menyusul istrinya. Meskipun di sana dia tidak bisa bersikap terlalu mencolok mengingat statusnya sebagai dosen pendamping KKN, setidaknya dia bisa mencuri-curi waktu untuk bisa bertemu dan melepas rindu dengan istrinya. Hanya dengan memikirkannya saja sudah membuat Alvin tersenyum. Tapi lamunannya harus buyar saat dia menerima panggilan telepon dari ponselnya, melihat siapa orang yang saat ini tengah meneleponnya membuat Alvin kehilangan senyum yang semula tertampak di wajahnya. Ekspresinya kembali menjadi sulit untuk ditebak, ia hanya memandang dering ponsel miliknya hingga pada

