CHAPTER 1
Di Planet Lain.
Seorang wanita menggendong seorang bayi di tangannya.
“Bayi ini akan menyelamatkanmu suatu hari nanti, pastikan dia aman,” ucap wanita itu kepada pria di depannya.
Pria dengan telinga panjang dan runcing tersimpan di balik rambut indahnya. Perawakan tubuh pria itu sungguh rupawan. Iris matanya yang hitam gelap dikelilingi oleh sklera yang gelap pula. Batang hidungnya tampak lurus dan indah serta bibirnya yang tipis. Ia memiliki rambut berwarna kemerahan, terlebih ketika ia marah, matanya akan berubah warna sesuai dengan warna rambutnya. Saat ia bertarung, ia menjadi iblis yang haus darah dan ganas.
Pria itu mengulurkan tangan untuk menerima bayi itu. Sedangkan wanita itu pergi dan bayangannya pun telah menghilang. Pria itu kembali menatap bayi yang tertidur di pangkuannya.
"Haha …. Bagaimana mungkin bayi ini bisa menyelamatkanku?" tawa pria itu sambil menghina dan ia segera membawa bayi itu turun ke bumi untuk bereinkarnasi.
***
18 Tahun Kemudian.
Listrik padam seketika, rumah-rumah di sekitarnya juga kehilangan cahaya. Kegelapan adalah saatnya iblis bekerja.
"Sekarang sudah pukul 23:59 WIB, sedikit lagi sampai …. Ah … dan aku masih tidak dapat menemukan saudaraku. Apakah anak laki-laki itu dibawa pergi oleh iblis? Seluruh keluarga khawatir dan mencari anak laki-laki itu ke mana-mana tetapi tetap tidak dapat menemukannya," ucap seorang gadis remaja sambil menatap jam di tangannya.
Gadis itu pergi ke setiap ruangan di mansion untuk mencari adiknya karena sudah sampai tengah malam masih belum diketahui keberadaannya, sementara keluarga lainnya mencari ke luar. Namun, ia tidak tahu bahwa ada orang lain di rumah ini. Itu adalah kakeknya. Gadis itu masih tetap mencari keberadaan adik kecilnya, ia pergi ke setiap kamar untuk mencarinya. Ia memasuki kamar sebelah, ia tidak melihat adiknya tetapi kakeknya yang ada di sana. Ia merasa khawatir kepada dirinya sendiri saat melihat pria tua itu ada di sana. Karena beberapa tahun silam, ia pernah berkali-kali melihat kakeknya itu sedang memperkosa seorang pembantu di kamar itu. Ia sangat kesal melihat kelakuan kakeknya itu. Tak lama, pembantu itu berhenti dari pekerjaannya.
Saat ini gadis itu berusia 18 tahun. Pria itu mungkin menyimpan niat jahatnya pada cucu perempuannya itu. Dan benar saja apa yang ada di pikirannya selama ini benar. Dalam malam yang gelap tanpa sengaja ia menyorotkan cahaya senter tepat mengenai wajah kakeknya. Pria tua itu bergegas menghampirinya, ia begitu terkejut sampai menjatuhkan senternya. Pria tua itu memeluknya cukup erat, tetapi ia tidak bisa melawan karena tenaga pria itu masih sangat kuat. Ia juga mencoba melecehkan cucunya dengan meremas bokongnya. Gadis itu mencoba melawan dan terus melawan, ketika pria tua itu sudah meletakkan tangannya di atas d**a gadis itu, dan tiba-tiba saja tangannya berhenti.
"Tes … tes …" tiba-tiba terdengar seperti tetesan air yang jatuh ke lantai. Seketika tubuh pria tua itu jatuh dengan sendirinya ke lantai. Gadis itu mencari senter dengan penuh rasa ketakutan dan gemetar. Ketika ia berhasil menemukannya, ia menyalakan lampu senter dan melihat apa yang terjadi dengan kakeknya. Tampak wajah kakeknya penuh berlumuran darah. Darah perlahan mengalir keluar dari telinga, dari mulut, dari hidung, dan dari mata pria tua itu. Hingga ia kehabisan darah dan hanya menyisakan mayat yang kering dan menghitam.
Semuanya terjadi begitu cepat, gadis itu berteriak ketakutan, teriakannya membuat takut semua orang di mansion, mereka berlari ke kamar pria tua itu. Mereka tidak mampu mempercayai penglihatan mereka, orang tua itu sudah mati dengan darah di sekujur tubuhnya. Ada banyak senter dari orang-orang yang datang yang menerangi tubuh kering itu. Beberapa orang mengasihani kematian pria tua itu, tetapi ada yang senang melihatnya mati. Orang tua itu telah banyak menindas orang lain terutama pembantu yang bekerja di mansion bahkan ada juga yang tidak lain merupakan keponakannya sendiri, menurut mereka ia pantas mendapatkan karma seperti itu. Kematiannya memang setimpal, tetapi ini terlalu kejam.
Keesokan harinya, seluruh keluarga mengundang seorang dukun untuk datang ke mansion.
"Rumah ini sangat angker, satu-satunya cara adalah dengan mengorbankan seorang gadis sebagai tumbal untuk Raja Iblis," ucap dukun itu. Mendengar ini, para pelayan ketakutan.
"Mengorbankan seorang gadis?" bisik para pelayan itu.
"Aku saja yang pergi!" ucap Maria dengan semangat.
"Aku tidak tahu Adik hidup atau mata di dunia sana. Aku harus pergi untuk menjemputnya," ucap gadis itu lagi.
"Maria! Apa kau gila? Adikmu pasti hanya pergi bermain ke suatu tempat, dia pasti kembali. Jangan berpikir untuk menjadi tumbal. Tarik kata-katamu!" ucap ibunya marah untuk menasihati anaknya.
"Bu, aku tahu kau mengkhawatirkanku. Tapi jika Marion keluar, dia akan tahu waktu untuk pulang. Ini dari pagi, dia sudah absen—tidak sekolah. Bukankah itu tidak masuk akal?" ucap Maria kepada ibunya.
"Tapi kita bisa mencarikan orang lain untuk menggantikanmu! Aku tidak ingin keluarga ini kehilanganmu! Aku tidak ingin kehilanganmu! Sebagai tumbal untuk Raja Iblis kau hanya bisa mati!" ucap neneknya kepada Maria. Ia tahu gadis itu sangat keras kepala. Namun, ia hanya memiliki dua cucu yang ia asuh sejak kecil, tentu ia mengerti. Jadi ia sangat tidak menyukai kebodohannya ini, ia tidak sanggup kehilangannya.
"Aku sudah memutuskan semunya, jangan hentikan aku!" ucap Maria.
Maria ingin menemukan adiknya, ia juga penasaran dan sangat ingin tahu seperti apa dunia iblis itu. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Gadis ini sangat ceria dan keras kepala sejak masih kecil. Tidak ada kata-kata orang lain yang bisa mempengaruhi keputusannya.
Seluruh anggota keluarga tidak akan membiarkan putri mereka mengambil risiko. Sang ibu memanggil kepala pelayan keluar, ia berbisik sedikit padanya, kepala pelayan itu mengangguk dan meninggalkan ruangan. Setelah beberapa saat, pengurus rumah tangga kembali dan menyerahkan tas kecil kepada ibunya. Di dalam tas itu terdapat sepasang anting bulat berwarna hitam dengan motif bunga lili di dalamnya. Ada satu barang lagi di dalam tas itu, dan itu adalah pesona.
“Dulu aku bermimpi aneh. Ada seorang wanita yang memberiku bayi dan menyuruhku merawatnya, lalu memberiku anting-anting ini, ia memintaku untuk memberikannya pada bayiku. Aku bangun, aku tidak percaya mimpi ini, tapi bulan berikutnya aku mengalami gejala kehamilan. Aku pergi ke dokter, kata dokter aku hamil. Kadang aku berpikir, kau masih anak kecil, jadi aku mencoba memberimu nasihat. Mengenai pesona ini, aku pikir itu akan berguna saat dibutuhkan. Putriku, hati-hati," ucap Merry kepada gadis kecilnya itu. Kemudian ibunya memakaikan anting untuk Maria, dan memberikan pesona kepadanya.