bc

Kembalinya Mantan Istri Yang Mempesona

book_age18+
618
IKUTI
6.1K
BACA
billionaire
love-triangle
HE
billionairess
drama
bxg
office/work place
like
intro-logo
Uraian

tepat di pesta perayaan ulang tahun pernikahannya yang ketiga, Rea harua menelan pil pahit atas terbongkarnya hubungan perselingkuhan suaminya Erlan dengan sahabat karibnya bernama Dara.Hati Rea sangat kacau terlebih ibu mertua Rea justru mendukung perselingkuhan sang suami dan yang lebih mirisnya saat Rea memberitahukan akan bercerai dengan suaminya Erlan kedua orang tua Rea justru meminta Rea untuk mempertahankan rumah tangannya dengan Erlan demi uang bulanan yang Erlan berikan pada mereka kedua orang tua Rea dengan tega meminta Rea untuk ikhlas di madu. Hingga suatu hari terjadi pertengkaran antara Rea dan Dara hingga Rea terjatuh dan mengalami keguguran sejak saat itu dunia Rea hancur satu-satunya alasannya bertahan dengan Erlan telah tiada terlebih saat keguguran tak ada satupun dari keluarganya yang ada menemaninya, Rea menahan sakit sendiri hingga tumbuh dendam yang dalam begitu Rea pulih, Rea dengan tekat bulat meminta bercerai dari Erlan. lalu setelah perceraian beberapa tahun kemudian Rea kembali menjadi gadis mempesona yang menyandang status pemegang saham terbesar di perusahaan Erlan. ingin tahu kisah perjuangan Rea baca kisahnya disini

chap-preview
Pratinjau gratis
menjemput teman
Rea terlihat mengendap-endap melangkah kearah pojok kamarnya, dirasa situasi sepi dan aman dengan segera Rea menatap kearah ponselnya lalu mengirimkan beberapa video ke kontak bernama 'Dhexsel' di ponselnya. setelah video berhasil di kirim, Rea segera menelpon kontak itu. Tak butuh waktu lama, kontak yang di telpon Rea langsung menjawab panggilan telponnya. "Iya Rea?" Suara dari seberang menyapa indra pendengaran Rea saat itu juga. "Dhexsel, aku sudah mengirim stok video untuk konten beberapa hari kedepan cobalah kau periksa." Ucap Rea langsung to the point "Mmh.. Aku sedang memeriksanya sekarang." Balas lelaki bernama Dhexsel itu "Dhexsel?" Panggil Rea pelan "Iya," "Bisakah kau menggunakan penghasilan kontenku untuk membeli saham perusahaan milik Erlan?" Tanya Rea "Apakah tabungan dari penghasilanku cukup untuk menyuntikan dana di perusahaan Erlan?" "Perusahaan suamimu ke kurangan dana lagi?" Tanya Dhexsel "Bukankah 2 bulan lalu kau sudah membeli 10% saham dan..." "Apakah tabunganku kurang untuk membeli sahamnya?" Tanya Rea cepat mengalihkan pembicaraan "Cukup, sangat cukup bahkan untuk membeli 50% saham perusahaan suamimu." Jawab Dhexsel "Lalu berapa persen kau ingin membelinya sekarang?" "30% saja cukup." Jawab Rea "Baiklah akan ku belikan," "Terimakasih." "Rea?!" Suara panggilan dari Erlan membuat Rea tersentak dan langsung menunrunkan tangannya yang kala itu mengarahkan ponsel kearah telinganya. "Apa yang kau lakukan disitu, sayang?" Tanya Erlan penasaran melihat sang istri berdiri di pojok kamar layaknya tanaman hias "Ayo, bukankah kau memintaku menemanimu untuk menjemput sahabatmu di bandara?" "Ah iya, ayo!" Ajak Rea lalu memberi isyarat untuk Erlan melangkah terlebih dahulu. Setelah keberadaan Erlan cukup jauh Rea kembali terfokus pada ponselnya "Terimakasih Dhexsel, kapan-kapan aku akan mentraktirmu. Dan tolong seperti biasa gunakan namamu saat pembelian saham nanti." Ucap Rea "Hhm!" Sahut Dhexsel lalu saluran telponpun terputus sementara Rea dengan terburu menyusul Erlan yang mungkin kini sudah berada di parkiran. *** Di bandara tepatnya di pintu ke datangan Rea sesekali akan celingak celinguk mencari sosok keberadaan sahabatnya, sementara Erlan yang berdiri disampingnya sesekali akan menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Seharusnya pesawat yang di tumpangi oleh sahabatmu sudah mendarat dari tadi lalu kenapa dia belum terlihat juga?" Tanya Erlan membuat Rea khawatir "Apa terjadi masalah di bagian imigrasi yah?" Gumam Rea sebelum kemudian ekspresi khawatirnya berubah menjadi ekspresi lega saat ia melihat sosok gadis yang sangat di kenalnya "Itu dia," Seru Rea seraya tersenyum sembari melambaikan tangannya. Erlan menatap kearah yang ditunjuk Rea, ia melihat seorang gadis menggunakan pakaian casual bernuansa putih tulang namun sayang ia tak dapat melihat wajah gadis itu karena tertutup oleh seseorang yang berjalan di sekitarnya. "Rea!" Gadis itu langsung memeluk Rea erat begitu tiba di hadapan Rea sementara Erlan tersenyum melihat betapa bahagiannya Rea bertemu kembali dengan sahabatnya setelah belasan tahun tak bertemu namun seketika senyuman Erlan mendadak hilang saat mengenali sosok gadis itu, bahkan ia terlihat mematung seakan tak menyangkan akan bertemu dengan gadis itu saat ini. "Perkenalkan ini suamiku, Erlan." Ucap Rea kearah sahabatnya, gadis itu dengan senyum ceria menjulurkan tangannya kearah Erlan namun Erlan nampaknya masih terbelenggu dalam keterkejutannya. "Sayang!" Panggil Rea seraya menepuk pundak Erlan membuat Erlan tersentak "Kau baik-baik saja?" Tanya Rea, menangkap keanehan dari tingkah suaminya yang tiba-tiba diam mematung. "Hm!.. Aku baik-baik saja." Jawab Erlan berusaha terlihat tenang "Ini sahabatku," ucap Rea Erlan dengan segera menjabat tangan gadis itu "Erlan." Ucapnya memperkenalkan diri "Dara," balas gadis itu seraya jari telunjuknya mengelus-elus telapak tangan dari Erlan mendapati tingkah itu Erlan dengan segera menarik tangannya. "Ayo!" Ajak Rea meninggalkan bandara "Apa kau sudah menemukan tempat tinggal Dara?" Tanya Rea sambil membantu Dara membawakan kopernya melihat itu dengan sigap Erlan meraih ganggang koper dari tangan sang istri membuat Rea langsung tersenyum sementara Dara hanya diam menatap seakan tak suka adegan yang ada di hadapannya itu "Dara?" Panggil Rea "Iya," sahut Dara seketika memasang senyuman diwajahnya menatap kearah Rea "Aku bertanya, apakah kau sudah menemukan tempat tinggal?" Tanya Rea lagi "Belum," sahut Dara "Kalau begitu menginaplah di rumah kami sementara waktu hingga kau mendapatkan tempat tinggal." Usul Rea membuat Dara tersenyum penuh makna "Dia bisa menginap di hotel sementara belum menemukan tempat tinggal, Rea." Sangga Erlan membuat senyum di wajah Dara langsung menghilang. "Tapi sayang, di rumah kita banyak kamar kosong dari pada sewa hotel lebih baik.." ucapan Rea terhenti saat Erlan mendekatinya lalu berbisik pelan "Aku tidak nyaman jika ada orang asing di rumah kita. Aku tahu dia sahabatmu tapi tetap saja aku merasa dia orang asing bagiku butuh waktu untukku dan dia menjadi akrab." Mendengar ucapan sang suami membuat Rea terdiam sebelum perhatiannya dicuri oleh suara Dara yang mengatakan "Ku rasa apa yang dikatakan suamimu benar, Rea. Sebaiknya aku menginap di hotel saja hingga aku mendapatkan tempat tinggal nantinya." "Baiklah jika itu yang terbaik." Sahut Rea sebelum mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju parkiran. Hampir 2 jam berkendara akhirnya Erlan memberhentikan mobilnya di depan sebuah hotel bintang lima dengan cepat Rea dan Erlan serta Dara ke luar dari mobil. Rea dan Dara kini melangkah kearah lobi hotel sementara Erlan mengurus koper di mobil, tiba di area reseptionis Dara tersentak kaget "Kenapa?" Tanya Rea "Aku lupa membawa tasku, tasku tertinggal di mobilmu." "Kau ini teledor sekali, tunggulah biar ku ambilkan." Rea berjalan menuju parkiran meninggalkan Dara berdiri sendiri di loby dekat dengan area resepsionis "Kenapa?" Erlan bertanya bingung saat Rea menghampirinya yang saat itu sudah berada di teras hotel bersama dengan koper di tangannya. "Dara kelupaan membawa tasnya," jawab Rea seraya menjulurkan tangannya kearah Erlan dengan cepat Erlanpun menyerahkan kunci mobilnya pada Rea. Rea berlari kecil kearah parkiran melihat itu Erlan dengan terburu menghampiri Dara. "Apa maksud semua ini Dara?" Tanya Erlan kearah sahabat sang istri "Apa lagi, aku kesini karena kau tidak menghubungiku beberapa hari ini." Jawab Dara "Lalu apa semua ini? Kau bahkan tidak memberi tahuku bahwa kau sahabat dari Rea." Ucap Erlan kembali menahan nada suaranya yang sedikit meninggi "Kejutan," sahut Dara dengan senyuman dan tingkah menggodanya ia bahkan mengabaikan kepanikan yang dirasa Erlan saat itu. "Datanglah nanti malam, aku akan menunggumu di kamar 403, aku sangat merindukanmu Erlan." Ucap Dara sesekali berusaha merabah d**a bidang milik Erlan tapi dengan cepat Erlan menepis tangan Dara bahkan sebelum tangan gadis itu menggapai d**a bidangnya. "Tidak!.. Aku tidak akan datang," tolak Erlan tegas "Baiklah, kalau begitu jangan salahkan aku jika istrimu tercinta itu akan mendapatkan kiriman video syur kita saat berada di Amerika 3 bulan lalu." Mendengar ucapan Dara membuat tubuh Erlan langsung lemas "Baiklah aku akan datang." Sahut Erlan, senyum kemenanganpun langsung menghiasi wajah Dara. Erlan dengan segera menjaga jarak dari Dara saat sosok Rea mulai memasuki lobi hotel. "Ini." Ucap Rea seraya menyerahkan tas kearah Dara "Sayang ayo kita pulang, lagi pula sebentar lagi aku ada rapat." Ajak Erlan "Iya Rea, sebaiknya kau pulang saja terimakasih telah membantu dan tak perlu mengkhawatirkan ku, aku baik-baik saja." Ujar Dara menimpali "Kau yakin tak butuh bantuan dulu?" Tanya Rea kearah Dara "Banyak staff hotel yang akan membantunya sayang. Sebaiknya ayo kita pergi, aku akan mengantarmu pulang terlebih dahulu karena sebentar lagi aku harus ke perusahaan." "Benar Rea, staff hotel akan membantuku nanti sebaiknya kau pulanglah terimakasih telah menjemputku." Sambar Dara membuat Rea akhinya setuju lalu pergi bersama Erlan meninggalkan hotel Bersambung!...

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.6K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.6K
bc

TERNODA

read
199.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.4K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
72.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook