2.4: Pesan lo, bisa?

1203 Kata

Dia pria dewasa, jelas bukan model kekanakan seperti Tetet.  Perlente, mewah, tampan, namun terkesan ‘berbahaya’.  Matanya sangat misterius, tajam dan kelam.   Ups!  Gue baru sadar, dia mirip Uncle Luke, idola gue.  Hanya yang ini bukan blasteran Spanyol.  Penampilannya gelap, Indonesia banget.             Dia mendekati gue dengan langkahnya yang gagah.  Gue jadi speechless.              “Ada masalah apa?” tanyanya pada waiter tanpa mengalihkan tatapan tajamnya ke gue.             Aura berkuasa yang terpancar dari dirinya menyebabkan para waiter agak gugup.   Cara berbicara mereka berubah 180%.             “Tuan, maaf bila menganggu kenyamanan Anda.  Nona ini memaksa mengambil alih meja yang telah kami persiapkan untuk Anda.  Kami akan segera membereskannya untuk Anda.”             S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN