“Ada yang mencarimu, Elly. Om-om,” beritahu Tetet, dia berdiri di ambang pintu kamar kos gue. Berusaha tak menatap gue yang sedang duduk mengangkang untuk mengkuteks kuku jari kaki gue. Pandangan Tetet tertuju pada poster grup rock Iron Maiden yang terpasang di dinding belakang gue. Dasar culun, kalau cowok lain pasti akan memanfaatkan momen ini untuk mengintip. Kali aja CD gue nongol. Tetet memang makhluk purba yang santuy. Gue tergoda untuk mengerjainya lagi. “Oh, mungkin Om Indra. Dia janji mau beliin gue tas LV keluaran terbaru,” gumam gue sembari meniup kuteks yang baru teroles di jempol kaki gue. Tetet menghela napas panjang, dia berbicara pada gue tanpa mengalihkan tatapannya pada poster Iron Maiden yang gue yakin dia enggak suka.

