Tetet pov Malam hari, menjelang tidur, tak seperti biasanya aku tak mengantuk sama sekali. Berdiri didepan cermin, aku hanya melongo menatap bibir merahku. Bibir yang tadi siang telah dicium oleh Elly untuk mempermainkanku. Mama, bibir Tetet sudah ternoda ... Apakah dosa jika aku tak menyesalinya? Meski tahu Elly hanya main-main denganku, tapi aku tak keberatan. Ciuman itu sungguh tak terlupakan. Amat berarti bagiku. Namun, bagi Elly sepertinya ciuman kami sama sekali tak berarti. Setelah menciumku, dengan santainya dia bermesraan dengan Om-nya yang lain. Dia memang cewek matre, tapi ... Aku menghela napas berat. Ingin aku menghapus Elly dari hatiku, tapi sulit. Setiap kali tekadku bulat, Elly menggodaku. Membuatku

