Membosankan. Itu yang gue rasakan saat melihat wajah sengit Candy, permen yang tak ada manis-manisnya. Tiap kali bertemu, dia suka memancing pertengkaran. Maklum, istri kurang belaian. Suaminya lebih suka kelon sama gue- simpanannya- dibanding istrinya sendiri. "Apa ada yang pernah menyampaikan betapa jeleknya lo? Lo ... mirip babi!" Tentu saja ejekan Candy itu lebay abis. Gue masih selangsing biasanya, hanya ada penambahan volume di bagian-bagian tertentu gegara kehamilan gue. Seperti di d**a, pipi, dan perut gue tentunya. Dasar sirik! "Tentu saja, gue adalah babi yang lagi bunting," gue sengaja memamerkan kehamilan gue dengan mengelus perut gue yang agak menbuncit. "Ada Rafa junior disini. Sementara lo ... gue ragu, apa benar Rafa pernah menyentuh lo!" Ada sorot terluka di

