Hubungan gue dengan Rafa seperti benang ruwet yang tak nampak pangkal ujungnya. Gue tak sanggup mengurai benang kusut itu hingga seseorang datang memutuskannya paksa. Dan orang itu adalah Mama gue. Entah bagaimana dia muncul di tempat ini, menemui gue dengan wajah dinginnya. "Mama ..." panggil gue kelu. Awalnya gue mengira ada yang mengerjai gue dengan mengatakan Mama datang. Ternyata Mama betulan datang, bersama Papa. "Luna, Mama datang untuk menjemputmu." Mata gue membola mendengar ucapan to the point Mama. Apa Mama mendengar sesuatu tentang gue disini? Darimana? "Mengapa Mama bisa tahu Luna ada disini? Siapa yang memberi tahu Mama?" tanya gue penasaran. "Itu tak penting!" Mama melotot kesal pada gue, "Yang sekarang harus kau pikirkan adalah hidupmu, Luna. Mama tak ingin k

