Dengan sabar Tetet membersihkan wajah gue, sementara gue mengomel panjang lebar di depannya. “b******k! Gue gak menyangka Kak Kimmy bar-bar banget! Gak punya otak! t***l sekali! Cih! Apa dia gak mikirin nama baiknya? Dia itu model! Tapi kelakuannya mirip preman pasar. Iya kan, Tet?” Tetet hanya berdeham, dia tengah memeras air di handuk .. lantas memakai handuk hangat itu untuk mengelap wajah gue. “Ish, pelan, Tet.” Ada yang perih di wajah gue. Masa ada lebam disitu? “Tet, apa ada lebam di wajah gue?” tanya gue sembari menyorongkan wajah gue ke depan Tetet. Tetet menatap gue prihatin, tangannya terulur menyentuh lembut pipi gue. Ada sesuatu yang berdesir dalam hati gue. “Hanya sedikit. Elly sabar ya. Jangan berkelahi dengan saudara karena salah paham.” Tetet, meng

