Gue telah mendapat kebenarannya. Dari sumbernya langsung! "Gue akan menikah. Dua hari lagi!" Deg. Meski sudah mengetahui hal ini dari Om, tetap saja hati gue tertohok mendengarnya dari mulut Rafa. Perih. Pedih. Mata gue sontak memanas dan mengeluarkan air yang siap mengalir. "Kalau gue keberatan, apa lo mau mempertimbangkannya?" gumam gue pelan. Rafa mendengus kasar menanggapinya. "Ck! Jangan besar kepala. Gue ngomong ke elo hanya untuk memberi info ke elo, bukan minta ijin!" tandasnya tak berperasaan. "Supaya lo gak mengharap apapun dari gue. Buat gue, lo itu cuma simpanan gue. Gundik gue. Itu jabatan yang cocok buat cewek matre kayak elo!" Sakit hati ini, namun gue berusaha menahannya. Gue mengerti, mungkin ini balasan dari Yang diatas karena sebelum ini g

