2.20 : Stone

1302 Kata

Akhirnya mereka semua telah pergi, meninggalkan kami berdua.  Meski Dad sebenarnya tak rela melepas gue disini, tapi setelah Mom mengancam tak akan mempedulikannya .. dia jadi kalang kabut.  Begitulah Dad gue, gahar di luar tapi lembek jika berhadapan dengan bininya, yaitu Mommy gue.  Bisakah gue mendapat tipe seperti Dad?  Yang maskulin habis, tapi habis-habisan sama istrinya!             Gue melirik Tetet yang sedari tadi beraksi diam seperti patung.  Bahkan dia tak menolak tuduhan yang gue lancarkan padanya.  Parahnya, Tetet tetap diam meski Dad memborbardirnya dengan pukulan hingga dia babak belur.  Gue merasa bersalah padanya.             “Tet ...” panggil gue pelan sembari duduk di sebelahnya.  Tetet diam, tak bereaksi.             Gue meringis melihat pipi Tetet yang tampak lebam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN