*** “Simon!!!” teriak ayah Lucas. Lucas bahkan tidak ingat kapan terakhir kali ayahnya terlihat sangat sumringah seperti sekarang. Untuk beberapa lama Lucas hanya memandangi reuni dua sahabat itu. sampai akhirnya ayah Lucas sadar kalau anaknya sedang memperhatikannya. Menunggu giliran untuk di sapa. “Maaf, ayah sampai lupa.” Tutur ayah Lucas sembari mendekat ke arah Lucas. Aura kebahagiaan yang tadi tersirat sekarang sedikit luntur. Lucas menerima pelukan ayahnya. Tepukan di bahu Lucas dan juga usapan yang bisa di rasakannya. Mata Lucas bersitatap dengan ibunya yang nampak pucat kali ini. “Kamu baik baik saja?” tanya ayah Lucas pada anaknya itu. Lucas mengangguk,”Aku baik baik saja, paman dan bibi

