Rachel mengucek ucek matanya yang masih ingin terpejam. Tangan yang terus menggoyangkan tubuhnya, dengan suara perintah untuk bangun itu akhirnya mampu menarik Rachel kecil dari mimpi nyenyaknya. Membangunkan Rachel dari tidur pulasnya. Rachel bangun dari tidurnya, meski raut wajahnya masih terlihat malas malasan. Rachel tersenyum ceria pada wanita yang sudah membangunkannya,”Ibu selamat pagi ...” sapa Rachel, dengan tampang kusut dan rambut berantakan. Tapi Rachel mengabaikannya, ia malah fokus menatap sorot sinar matahari yang sudah masuk, menerobos celah gorden tipis dari kain kaca berwarna putih. Ibu Rachel tersenyum sesaat sebelum mendengus karena Rachel hendak berbaring lagi... “Jangan tidur lagi ...” Me

