*** Ayah Rachel menarik Ibu Rachel ke arah ruang tamu. Dengan tangan kiri yang sudah menenteng kotak obat. Ayah Rachel mendudukan Ibu Rachel. Meski istrinya sedikit melawan, tapi ayah Rachel tidak membalas perlawanan istrinya itu, sedikitpun. Setelah keduanya sama sama duduk dengan posisi saling berhadapan, ayah Rachel mulai membuka kotak obat. Mengambil beberapa kapas dan membasahinya dengan alkohol. “Sini, kemarikan tangan kamu ...” ayah Rachel memerintah. Ibu Rachel hanya menurut, ia mengulurkan tangan kananya yang sekarang mulai terasa perih meskipun tidak terkena apa apa. Dengan pandangan mengamati, ayah Rachel mulai memngusapkan dengan gerakan lembut kapas yang sudah basah dengan alkohol itu.

