*** Kamar yang gelap. Ruangan yang minim cahaya meskipun sekarang sudah di ujung hari. Sosok laki laki itu duduk di tepi ranjang, menatap ke luar meski terhalang oleh gorden yang menutupi sinar Senja. Mata Lucas mengerjap, pelan dan tatapan kosongnya makin kentara. Sudah sebulan. Sebulan lebih lamanya Lucas merasakan kehilangan yang sangat mendalam. Di hari hari pertama ia kehilangan ibunya, Lucas selalu kembali ke pusara basah itu. Lucas merasakan kehilangan yang amat sangat. Seperti kehilangan oksigen untuk bernafas. Terjatuh karena kehilangan sandaran. Orang yang selalu mengerti dirinya, memahami Lucas lebih dari apapun. Pergi. Sekarang, Lucas menarik diri dari pergaulan. Jauh lebih tertutup dari sebelumnya. Menyapa ayahn

