Promo. Promo. Promo.

1750 Kata

***   Emeliano pov.             Apa yang kamu lakukan di rumahku?!” teriaku.             Tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan bagaimana amarahku tengah mendidih sekarang ini. Melihat Marcos adalah hal yang tidak aku sukai. Bahkan sejak kami masih kanak kanak.             Marcos mengambil semua kebahagiaan dariku, Marcos dan uangnya yang merasuki ibuku.             Aku tidak pernah membenci seseorang melebihi rasa benciku pada Marcos.             “Tenang, kakaku. Jangan lupa, ini juga rumahku. Kastil ini milik kita berdua. Jadi aku bisa datang dan pergi sesukaku.” Marcos berbicara dengan gaya bicaranya yang sangat tenang dan suara serta ketenangan yang terkendali. Yang mana, itu malah makin membuatku marah.             “Kamu tidak punya tempat. Sama sekali. Jadi, enyahlah.” Usirk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN