*** Nadin menepikan tubuh Rachel, “Berhenti menempel seperti ini. Berat.” Rachel mendongakan wajahnya, karena sekarang Nadin lebih tinggi darinya. Perempuan itu menggunakan heels yang membuatnya lebih menjulang, untuk mengimbangi Damian yang memang sangatlah tinggi. “Aku hamil dan itu wajar.” Balas Rachel. “Oke baiklah, terserah. “ sela Nadin mengalah, “Aku tidak mau menyerang Ibu hamil.” Kekeh Nadin, ia kemudian menarik Rachel ke arah standing mirorr di dekat mereka. Menatap pantulan dirinya sendiri, Nadin tersenyum tipis. “Aku gugup.” Desis Nadin. “Kenapa?” “Karena aku akan segera menikah, dengan Damian. Dan entah kenapa, aku jadi merasa gugup.” Dua duanya terdiam, memang rasa kegugupa

