*** Rachel menguasap sisa air matanya, ia menatap ke sekitar ruangan. Untung saja sepi, kalau ada orang lain yang melihatnya seperti ini, terlebih kalau itu ayah atau ibunya. Mereka pasti akan sangat panik menanyakan alasan anaknya itu menangis. Rachel berjalan mengendap endap, ia ingin menjadi transparan sekarang ini. Transparan hingga tidak bisa dilihat siapapun. Mata Rachel memicing, rasanya perjalanan ke kamarnya terasa lama. “Jadi Lucas tidak pernah sekolah formal sebelumnya?” Rachel mendengar suara ibunya, sedang bercakap cakap dengan seseorang. Tapi siapa? Rachel mengerutkan keningnya. Lagi pula, siapa yang di bicarakan barusan? Lucas? anak laki laki barusan? “Dia belum pernah bersekolah formal sebelumnya, jadi kadan

