"Ayolah, Mih. Cakra tak ingin berdebat dengan kalian. Tolong hargai keinginan Embun. Dia sudah mau menikah sama Cakra saja, udah seneng banget. Jadi tolong jangan rusak kebahagiaan anakmu ini," mohon Cakrawala dengan sorot mata sendu. Pikirannya berkecamuk takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Bagaimana jika orangtuanya nekat melakukan sesuatu yang akan merugikan dia. Itu tidak boleh terjadi. Sekuat tenaga dia harus bisa membujuk keduanya agar mau mengikuti permainan dia. "Tapi Mami tidak terima, Cakra. Kamu itu putra bungsu kami, putra kesayangan kami dan harus kamu ingat kamu itu anak pengusaha terkenal, lho. Tidak menutup kemungkinan calon mertua mu itu juga mengenali Papi mu." Timpal Elma tak mau kalah dengan permintaan konyol Cakrawala. Wanita itu geleng-geleng kepala, tida

