Bab 33

1184 Kata

Dengan langkah malas Jian mulai melangkah menuruni tangga. Dirinya terpaksa harus menghadiri acara minum teh, yang wajib dihadiri oleh para putri bangsawan di seluruh Kerajaan Timur. Namun saat di lorong, Jian malah bertemu Jae-min yang baru saja datang, entah habis dari mana. Jian hanya meliriknya sekilas, melanjutkan perjalanannya. Jae-min tampak berhenti, menoleh ke belakang, ke arah adiknya. "Kamu tidak menyapaku?" tanya Jae-min, Jian menghentikan langkahnya, berbalik menatapnya. "Ah, salam dariku Kakak tercinta. Maafkan aku karena tidak melihatmu." Jian membungkukkan badannya. Jae-min tampak kesal dengan ucapan Jian, "Mau ke mana kamu pagi-pagi begini?" Jian berdecak dalam hati. "Tumben sekali kamu ingin tahu, mau ke mana pun aku pergi itu bukan urusanmu." Jawabnya. "Urusank

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN