Ini sudah hari ke sepuluh Jian berada di kediaman Hyun-jae. Sekarang ia tengah duduk di taman belakang yang memang sepi dan tidak ada penjaga sama sekali. Itu semua ia lakukan untuk menghindari Hyun-jae yang terus memerintahkannya untuk melakukan hal-hal konyol. Contohnya kemarin, Jian diminta untuk menghitung kawanan angsa yang sedang berenang. Lalu menggulung tumpukan kertas, yang ternyata akhirnya dibakar. Dan di hari berikutnya, Jian diminta memanjat pohon untuk mengambil apel, sampai akhirnya ia terjatuh. Namun, apalah daya, Hyun-jae tidak menolongnya sama sekali. Pria itu bahkan hanya diam sembari mengejeknya lemah. "Huah... Kapan akan datang pangeran berkuda yang datang menjemputku?" Jian menatap pepohonan rimbun di hadapannya. "Terlalu lama di sini juga tidak baik, aku bi

