Di dapur, Ji-an melihat seorang pelayan yang tadi sempat menyapanya di kandang kuda. Perempuan itu masih terlihat muda dan juga cantik. Ji-an menjadi penasaran, untuk mengetahui siapa namanya. "Dor!!" "Αkhhh!." PRANG!! Baki yang ada di tangan pelayan itu terjatuh. Ji-an langsung merasa bersalah, ia berjongkok ikut mengambilnya, dan menyerahkan pada pelayan itu. "Astaga, maafkan aku apa kamu baik-baik saja?" ucap Ji-an panik, karena takut pelayan di hadapannya itu memiliki penyakit jantung. "Tidak apa-apa Nona, saya hanya kaget." Jawab pelayan itu, sambil menaruh baki ke meja. "Hei, jangan panggil aku Nona, aku juga pelayan di sini sekarang. Panggil saja aku Su-tri." Ji-an tersenyum lebar. "Itu tidak sopan, anda juga seorang tamu Tuan Hyun-jae." Pelayan itu menunduk tidak berani m

