“Jadi Almeer duda?” gumam Yasmin setelah menutup pintu ruang kerjanya. Tubuhnya bersandar di pintu dan nafasnya tak beraturan bahkan beberapa kali dia memukul dadanya yang sedikit sesak. Mendengar cinta pertamanya telah menjadi seorang duda, tiba-tiba jantung Yasmin berdebar lebih cepat dari biasanya. “Kenapa ini? Kenapa aku tiba-tiba begini?” lanjutnya seraya mencari gelas untuk mengambil air minum dan berharap dirinya lebih tenang. Namun, setelah habis 2 gelas, Yasmin masih saja gusar dan tidak mendapatkan ketenangan sama sekali. Akhirnya Yasmin meraih ponselnya dan melakukan panggilan telepon. Tentu saja yang dia panggil adalah Claudia. Sayangnya Claudia tidak menerima panggilan tersebut. Yasmin ingat jika Claudia sedang menemani anaknya yang mengikuti lomba mewarnai. “Astaghfirull

